Belitung adalah salah satu pulau yang terletak di Indonesia dan bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara geografis pulau Belitung terletak pada 107°31,5' - 108°18' Bujur Timur dan 2°31,5'-3°6,5' Lintang Selatan. Secara keseluruhan, luas Pulau Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha. Pulau Belitung disebelah utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan Selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berbatasan dengan Selat Gaspar.
Belitung tercatat memiliki 700.000 orang penduduk berdasarkan data BPS Belitung tahun 2010 dan memiliki aktivitas pelabuhan yang cukup padat tiap tahunnya yang mengalami peningkatan yang konstan mengingat letak Pulau Belitung yang sangat strategis.
Salah satu nama pelabuhan di Belitung yang memiliki peran penting sebagai pintu gerbang dalam bongkar muat barang adalah Pelabuhan Tanjung Batu. Pelabuhan ini menjadi bagian dari pembangunan sektor transportasi laut dan basis ekonomi di Kabupaten Belitung.
Pada artikel ini, kami akan membahas mengenai Pelabuhan Tanjung Batu. Yuk, bagi Anda yang ingin mengenal lebih dekat mengenai Pelabuhan Tanjung Batu, silakan simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Baca juga:
Pelabuhan Tanjung Batu adalah pelabuhan yang terletak di Belitung, tepatnya di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Pelabuhan ini berada di jalur yang cukup strategis yaitu di garis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang banyak dilewati oleh kapal-kapal internasional.
Pelabuhan ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015. Sementara, untuk proses pembangunannya dilakukan sejak tahun 2004 dan selesai tahun 2011. Pembangunan pelabuhan ini menelan dana Rp47 miliar.
Pelabuhan yang dikelola oleh PT Temas Port ini disiapkan sebagai pintu ekspor-impor komoditi unggulan dari Belitung. Misalnya adalah kaolin, pasir besi, pasir bangunan, tanah liat, granit, karet, dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).
Pelabuhan yang memiliki wilayah seluas 76 hektare ini menjadi pelabuhan pengumpul yang telah didukung dengan kawasan industri seluas ± 500 hektare dengan areal pengembangan seluas ± 5.000 hektare.
Pelabuhan ini mampu disandari kapal berbobot maksimal 10.000 DWT dan sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 akan terus dilakukan pengembangan secara bertahap. Selain itu, container yard juga tersedia di pelabuhan ini dengan luas 279 hekatare.
Baca juga:

Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu dimulai pada tahun 1999 dengan adanya Laporan Hasil Survei (Pra Studi Kelayakan) oleh Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan pada Juli tahun 1999 dikarenakan pelabuhan yang ada pada waktu itu adalah Pelabuhan Tanjung Pandan.
Pelabuhan Tanjung Pandan pada waktu itu berfungsi sebagai pelabuhan utama di Pulau Belitung, tetapi Pelabuhan Tanjung Pandan saat itu menghadapi beberapa kendala, yaitu terjadinya pendangkalan pada alur pelayaran dan kolam pelabuhan, disebabkan oleh sedimentasi yang datang dari arah darat dan laut.
Disamping itu, lokasi pelabuhan Tanjung Pandan saat itu berada di tengah kota yang penuh dengan pemukiman penduduk sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan. Akhirnya, Pemda Sumatera Selatan mencari lokasi pengganti Pelabuhan Tanjung Pandan. Berdasarkan peta laut pulau Belitung, dipilihlah lokasi saat ini Pelabuhan Tanjung Batu.
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu sudah direncanakan sejak tahun 2006, tetapi mengalami pembatalan, karena berbagai masalah internal antar Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan PT Pelindo, serta dengan kontraktor. Kemudian, dibuat masterplan kedua yang diajukan tahun 2009, tetapi pembangunan terhenti pada 20%, karena masalah finansial.
Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo merasa heran, setelah 11 tahun pembangunan, Pelabuhan Tanjung Batu belum juga beroperasi. Bahkan, kegiatan kepelabuhanan belum ada sama sekali. Pengoperasian baru dilakukan setelah pelabuhan diresmikan Presiden Jokowi, pada 20 Juni 2015. Seusai meresmikan, Presiden Jokowi menginstruksikan, kegiatan mulai dari bongkar muat kapal sampai pengisian air dan bahan bakar minyak (BBM) harus segera dimulai.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi dan Bupati Belitung Sahani Saleh akan memindahkan kegiatan bongkar muat kapal dan aktivitas pelabuhan lain ke Pelabuhan Tanjung Batu. Demikian pula bungker air dan BBM untuk pengisian kapal yang selama ini diambil di Singapura atau Tanjung Priok akan dibangun di Pelabuhan Tanjung Batu. Jika sudah ada kegiatan di pelabuhan, Presiden menyatakan, area pelabuhan akan diperluas hingga mencapai 1.400 hektar.
Mengutip laman Kemenhub, Kemenhub merencanakan kembali pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu pada 2018. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung.
Pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mempermudah mobilitas wisatawan, serta meningkatkan ekonomi lokal. Jadi, Pelabuhan Tanjung Batu dapat difungsikan kembali sebagai pelabuhan bongkar muat container dan penumpang, termasuk wisatawan, setelah sebelumnya pelabuhan ini lebih banyak digunakan sebagai tempat bongkar muat tambang pasir yang mengakibatkan kerusakan pada pelabuhan.
Berdasarkan aktivitasnya, Pelabuhan Tanjung Batu merupakan pelabuhan pengumpul. Pelabuhan Tanjung Batu dibangun berdasarkan beberapa pertimbangan di antaranya fasilitas pelabuhan laut yang sebelumnya yaitu Pelabuhan Tanjung Pandan dan Pelabuhan Eks PT Timah yang tidak memungkinkan untuk dikembangkan menjadi Pelabuhan Samudera.
Pelabuhan Tanjung Batu diharapkan dapat menjadi pintu gerbang perekonomian pintu gerbang keluar masuk utama ke Pulau Belitung. Berikut beberapa fasilitas di Pelabuhan Tanjung Batu.
Demikian informasi mengenai Pelabuhan Tanjung Batu di Belitung. Mengingat proses pembangunannya yang memakan waktu cukup lama, hingga kini pelabuhan ini tetap memiliki peran penting dalam aktivitas bongkar muat barang kargo di berbagai komoditi dan juga penumpang. Pelabuhan ini menjadi sektor transportasi laut dan basis ekonomi di Belitung.
Berencana kirim barang ke Belitung? Percayakan pengiriman Anda bersama SNG Logistic. Kami adalah jasa pengiriman cargo yang terbiasa mengirimkan barang berat dan besar. Kami telah berpengalaman lebih dari 8 tahun, sehingga mengetahui rute terbaik untuk pengiriman tujuan ke Belitung atau kota di sekitarnya.
Selain biaya murah, berikut keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika kirim barang lewat SNG Logistic:
Itulah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika kirim barang lewat SNG Logistic. Kami menerima pengiriman berbagai macam barang ke Belitung. Segera hubungi customer service kami di di bawah ini
Kirim Barang? SNG-in Aja!
Author :
|
|
|
|
|
|
|
|
Silahkan hubungi akun resmi customer service kami untuk order dan informasi lainnya.