Dalam industri logistik, kecepatan dalam pengelolaan barang di gudang kini dibutuhkan agar lebih optimal dan efisien. Salah satu strategi yang cukup populer digunakan adalah cross dock atau cross docking.
Apa itu cross dock? Cross dock adalah salah satu teknik dalam proses pendistribusian barang agar lebih optimal dengan cara meminimalkan waktu penyimpanan di gudang.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai cross dock, mulai dari definisi, jenis, hingga alurnya, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Cross docking atau cross dock adalah metode pendistribusian barang agar lebih optimal. Cross dock dilakukan untuk pendistribusian barang dari lokasi penerimaan ke lokasi pengiriman tanpa melalui penyimpanan barang di gudang.
Barang yang masuk akan langsung dipisahkan, dikonsolidasi, lalu dikirim ke tujuan akhir tanpa perlu disimpan di gudang terlalu lama.
Tujuan dilakukannya cross dock adalah untuk mengurangi waktu penyimpanan barang di gudang. Selain itu adalah untuk mengurangi biaya penyimpanan, pun dengan waktu pengiriman bisa lebih cepat.
Metode ini biasanya dilakukan oleh perusahaan logistic yang pendistribusiannya dalam jumlah besar atau bisa juga dilakukan pada pengiriman barang yang mudah rusak.
Biasanya metode cross dock ini digunakan oleh toko ritail yang biasanya langsung menerima barang dari pabrik atau petani tanpa harus menyiman barang terlebih dahulu. Proses cross docking paling sering dilakukan di pelabuhan atau bandara.
Baca juga:
Cross dock adalah upaya dalam pendistribusian barang agar proses pemindahan barang dari gudang penerimaan ke gudang pengiriman lebih optimal. Cross dock atau cross docking terdiri dari beberapa jenis atau kategori berdasarkan waktu, proses, dan kebutuhan distribusi.
Untuk mengetaui jenis-jenis cross dock, berikut ini penjelasan lengkapnya.
Pre-distribution adalah cross docking yang sudah ditentukan tujuan akhir pengirimannya sebelum muatan sampai di terminal cross docking.
Post-distribution adalah penentuan tujuan pengiriman dilakukan setelah barang tiba. Jadi, proses sortir dan pengalokasian muatan ke tujuan pengiriman saat muatan berada di terminal cross docking. Setelah tujuan ditetapkan, barang baru akan dikirim.
Continuous cross docking berarti barang langsung dipindahkan dari kendaraan masuk ke kendaraan keluar tanpa adanya jeda.
Consolidation cross docking adalah penggabungan muatan atau kiriman kecil menjadi satu pengiriman besar.
Deconsolidation cross docking adalah membagi muatan atau kiriman besar menjadi lebih kecil agar pengiriman lebih mudah.
Retail cross drock adalah gudang retail yang digunakan khusus untuk mengangkut barang yang selanjutnya akan didistribusikan ke toko retail. Biasanya, gudang ini menerima pengiriman berbagai jenis barang dalam satu armada yang sama.
Distributor cross dock adalah pengiriman yang dilakukan langsung ke pelanggan tanpa melalui toko retail. Untuk pemuatannya sama dengan retail, yaitu dalam satu armada terdiri dari berbagai jenis barang yang diangkut.
Transportation cross dock adalah menggabungkan muatan kecil menjadi satu muatan besar agar proses distribusi bisa lebih efisien.
Opportunistic cross dock banyak digunakan oleh penyedia fasilitas logistic. Saat barang tiba di gudang, maka langsung dipindahkan dari dock penerimaan ke dock pengiriman tanpa disimpan terlebih dahulu.
Baca juga:

Bagaimana alur atau cara kerja cross dock? Pada prosesnya, ada beberapa tahapan yang terjadi dalam metode cross dock. Berikut alurnya!
Proses cross docking dimulai ketika kendaraan dari pemasok tiba di lokasi sesuai jadwal penerimaan. Barang kemudian diturunkan di area inbound dock untuk diperiksa secara singkat, baik dari segi jumlah maupun kondisi fisiknya.
Pemeriksaan dilakukan dengan cepat karena barang tidak disimpan di gudang. Setelah proses pengecekan selesai, barang dapat langsung diarahkan ke tahapan berikutnya.
Setelah diterima, barang dikelompokkan berdasarkan tujuan atau kebutuhan pengiriman. Pengelompokan menggunakan informasi seperti kode wilayah, tujuan toko, maupun nomor pesanan.
Penggunaan barcode scanner dan RFID mempercepat proses sortir barang dan juga mengurangi risiko kesalahan penyortiran yang dapat berpengaruh ke tahapan berikutnya.
Barang yang telah disortir kemudian melalui proses konsolidasi atau dekonsolidasi, tergantung pada kebutuhan distribusinya.
Konsolidasi dilakukan dengan menggabungkan beberapa barang dari pemasok berbeda ke dalam satu pengiriman apabila memiliki tujuan yang sama. Sebaliknya, dekonsolidasi dilakukan ketika satu muatan besar perlu dibagi menjadi beberapa pengiriman untuk tujuan yang berbeda.
Tahap terakhir adalah memindahkan barang yang telah selesai disortir ke kendaraan outbound yang telah disiapkan berdasarkan rute dan tujuan pengiriman.
Karena tidak melalui proses penyimpanan, barang dapat segera diberangkatkan setelah proses penanganan selesai. Biasanya dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam, bahkan prosesnya dapat berlangsung hanya beberapa jam apabila kondisi pengiriman dalam kuantitas yang tinggi.
Demikian informasi mengenai cross dock, mulai dari pengertian, jenis, hingga alur atau cara kerjanya.
Cross dock adalah solusi dalam proses pendistribusian barang agar pengiriman barang bisa lebih cepat, karena tidak adanya penyimpanan terlebih dahulu di gudang. Dengan menggunakan cross dock, proses pendistribusian bisa lebih cepat dan efisien.
Semoga artikel ini bermanfaat! Jika ingin tahu mengenai pengiriman barang cargo, Anda bisa langsung menghubungi Customer Service kami di bawah ini!
Author :
|
|
|
|
|
|
|
|