Dalam pendistribusian barang, perusahaan logistic memiliki ekosistem pendistribusian yang berbeda-beda. Ada yang mampu mampu mendistribusikan secara mandiri, tetapi ada juga yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar proses distribusi dapat berjalan lancar.
Ada berbagai alasan mengapa perusahaan membutuhkan pihak lain untuk membantu proses pengiriman barangnya, seperti karena jumlah muatan, jarak daerah tujuan, atau karena daerah tujuan pendistribusian yang tidak bisa dijangkau.
Pihak lain yang terlibat ini disebut dengan party logistics. Party logistics ini memiliki beberapa tingkatan, yaitu 1PL, 2PL, 3PL, 4PL, dan 5PL.
Nah, pada artikel ini kami akan membahas mengenai perbedaan dari kelima istilah party logistic tersebut. Yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Baca juga:
Apa itu party logistics? Party logistics adalah konsep yang menggambarkan keterlibatan pihak eksternal dalam pendistribusian barang.
Party logistics ini memiliki beberapa tingkatan, mulai dari 1PL hingga 6PL. Tingkatan party logistics ini menunjukkan seberapa besar proses logistic dikelola oleh perusahaan, mulai dari dikelola secara mandiri hingga diserahkan kepada pihak eksternal.
Biasanya, pada tahap awal, perusahaan mengelola logistic sendiri secara mandiri. Namun, jika bisnis mengalami peningkatan, biasanya membutuhkan pihak eksternal untuk mendukung kelancaran dan efisiensi distribusi barang.
Baca juga:

1PL atau first party logistics adalah penyedia logistik pihak pertama, seperti pemasok atau pengecer/pelanggan. Artinya perusahaan atau pemilik barang yang mengelola seluruh aktivitas logistik secara mandiri, baik dari armada, fasilitas, gudang, rute, biaya operasional, penanganan barang, dan sumber daya internal.
Perusahaan memiliki kontrol penuh terhadap seluruh aktivitas logistic. Namun, dari sisi jangkauan dan efisiensi menjadi terbatas. Biasanya, 1PL digunakan oleh bisnis skala kecil hingga menengah yang masih mengandalkan distribusi secara langsung.
Contoh:
PT A adalah sebuah perusahaan yang mengelola kegiatan logistiknya sendiri. Mereka memiliki gudang, truk, dan driver sendiri. Ketika ada pesanan, perusahaan akan menyiapkan, memasukkan, dan mengirim barang ke pelanggan secara mandiri, tanpa melibatkan pihak manapun.
Misal, hari Senin ada 500 unit produk yang harus dikirim dari Jakarta ke Surabaya. Kemudian, staf PT A menentukan jadwal keberangkatan, menyiapkan kendaraan, menghubungi driver, memastikan dokumen pengiriman, hingga tracking barang secara mandiri.
Sederhananya, perusahaan memiliki barang, gudang, kendaraan, dan tenaga kerja sendiri untuk mengirimkan produknya.
2PL atau second party logistics adalah penyedia logistik pihak kedua yang mana perusahaan melibatkan pihak eksternal tersebut sebagai penyedia transportasi. Artinya, perusahaan membentuk kemitraan langsung dengan penyedia transportasi atau vendor untuk memfasilitasi pengiriman barang.
Biasanya, 2PL digunakan pada distribusi jarak jauh, misalnya pengiriman antarkota atau antarpulau. Jadi, perusahaan menyewa jasa truk, kapal, atau moda transportasi lain tanpa menyerahkan kendali pada sistem logistiknya.
Contoh:
Sekarang PT A mulai berkembang. Pesanan semakin banyak, tetapi perusahaan tidak ingin membeli tambahan truk dan merekrut driver. Akhirnya, PT A menggunakan armada perusahaan penyedia jasa transportasi.
Apabila PT A ada pesanan 500 unit produk dari Jakarta ke Makassar, PT A tetap menyiapkan barang dan mengatur kebutuhan pengirimannya. Namun, untuk perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, perusahaan menyewa kendaraan dan driver milik penyedia jasa transportasi lain.
Sederhananya, perusahaan tidak memiliki cukup kendaraan, sehingga menyewa jasa transportasi untuk membawa barangnya, seperti sewa truk, kapal, pesawat, atau gudang.
3PL atau third party logistics adalah penyedia logistik pihak ketiga yang digunakan oleh perusahaan sebagai pihak eksternal untuk mengelola fungsi logistik yang lebih luas. Layanan logistic yang ditawarkan 3PL cukup beragam, seperti layanan transportasi, pergudangan, manajemen inventaris, 3PL software, sortir, distribusi, tracking dan lain sebagainya.
Jika pada 2PL perusahaan sebatas menyewa truk, pada 3PL perusahaan menyerahkan beberapa aktivitas logistik harian kepada penyedia 3PL agar lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran. Jadi, penyedia 3PL menjadi perantara antara perusahaan dan berbagai layanan logistik untuk mengoptimalkan aktivitas rantai pasokan.
Biasanya, 3PL digunakan pada bisnis dengan volume pengiriman yang tinggi, karena mampu meningkatkan efisiensi operasional, khususnya ketika permintaan pengiriman sedang tinggi. Banyak perusahaan yang menggunakan 3PL, seperti perusahaan manufaktur, F&B, dan ritel.
Contoh:
PT A semakin besa dan kini bukan hanya kesulitan mencari kendaraan, tetapi juga mulai kewalahan mengurus seluruh proses pengiriman. Daripada mengurus semuanya sendiri, PT A kemudian bekerja sama dengan perusahaan 3PL.
Penyedia 3PL kemudian menangani berbagai aktivitas, seperti pengambilan produk di pabrik, kemudian dibawa ke gudang, disortir, dikemas, dikirim ke kota tujua, pendistribusian ke pelanggan, hingga tracking barang.
Sederhananya, pihak 3PL yang menangani barang mulai dari pengambilan di gudang hingga ke pelanggan.
4PL atau fourth party logistics adalah penyedia logistik pihak keempat yang digunakan oleh perusahaan sebagai pihak eksternal yang berperan sebagai integrator yang membantu dalam mengelola rantai pasok secara keseluruhan.
Peran dari 4PL seperti integrator sistem, menggabungkan sumber daya, kapabilitas, dan teknologi dari berbagai 3PL yang kemudian dirancang kembali. Jika 3PL menangani operasi logistik sehari-hari, 4PL berfokus pada pemberian solusi rantai pasok dengan membantu merancang, membuat, dan mengimplementasikan solusi logistik yang lebih lengkap untuk perusahaan.
Contoh:
PT A berkembang menjadi perusahaan nasional dan kini memiliki banyak vendor untuk mengirimkan produknya, seperti vendor trucking, vendor warehouse, atau vendor antarpulau.
Namun, tiap vendor memiliki prosedur yang berbeda-beda dan kendala yang dialami perusahaan adalah memilih vendor yang tepat. Maka dari itu, perusahaan menggunakan 4PL untuk mengelola dan sebagai koordinator berbagai pihak yang terlibat dalam rantai logistik.
Misalnya ada pengiriman Surabaya → Makassar → Parepare
4PL dapat mengatur:
4PL juga dapat mengumpulkan data dari berbagai vendor sehingga PT A mendapatkan satu gambaran mengenai keseluruhan operasi logistiknya.
Jadi, kalau 3PL lebih banyak mengerjakan operasional, 4PL lebih banyak mengatur dan mengintegrasikan berbagai pihak yang mengerjakan operasional tersebut.
5PL atau fifth party logistics adalah penyedia logistik pihak kelima yang berfokus pada integrasi semua rantai pasokan melalui solusi logistik berbasis teknologi modern untuk rantai pasok, biasanya memanfaatkan kecerdasan buatan dan otomasi.
5PL menjadi evolusi inovatif berbasis teknologi canggih yang menciptakan jaringan logistik yang terotomisasi dan berbasis data. 5PL berfokus pada pengambilan keputusan berdasarkan data dan pemodelan prediktif.
Contoh:
PT A sudah menjadi perusahaan e-commerce besar dengan puluhan ribu pesanan setiap hari. Jumlah vendor yang digunakan juga semakin banyak, seperti ratusan armada, banyak gudang, berusaha perusahaan trucking, perusahaan pelayaran, dan berbagai titik distribusi.
Pada skala ini, pengelolaan secara manual akan sangat komples. Maka dari itu, perusahan menggunakan sistem 5PL untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh jaringan logistik.
Konsep 5PL tidak hanya mengoordinasikan berbagai penyedia logistik, tetapi menggunakan teknologi, data, otomatisasi, dan analisis untuk mengoptimalkan jaringan logistik secara keseluruhan.
Sistem tersebut menganalisis jumlah pesanan, lokasi barang, kapasitas gudang, ketersediaan kendaraan, rute, biaya, dan waktu pengiriman, kemudian menentukan cara pengiriman yang paling sesuai.
Contohnya:
Pesanan → sistem 5PL → menentukan gudang → memilih penyedia transportasi → menentukan rute → barang sampai pelanggan.
Jadi, 5PL berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi jaringan logistik yang kompleks dengan memanfaatkan teknologi dan data.
Demikian informasi mengenai perbedaan 1PL, 2PL, 3PL, 4PL, dan 5PL, mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, hingga contohnya. Party logistics memberikan kemudahan bagi beberapa perusahaan untuk membantu proses pendistribusian barang.
Author :
|
|
|
|
|
|
|
|