Pergudangan: Pengertian, Sistem Administrasi, dan Manajemen

Home - Pergudangan: Pengertian, Sistem Administrasi, dan Manajemen

Pergudangan: Pengertian, Sistem Administrasi, dan Manajemen

Dalam proses pendistribusian barang, gudang menjadi tempat yang penting. Gudang berperan sebagai tempat yang digunakan untuk menyimpan barang. 

Namun, pernahkah Anda mendengar istilah pergudangan? Istilah gudang dan pergudangan memang terdengar mirip, tapi sebenarnya memiliki arti yang berbeda, lho. Gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang. Sementara, pergudangan adalah aktivitas menyimpan barang yang akan didistribusikan.

Pergudangan memiliki sistem administrasi dan manajemennya sendiri agar aktivitas di dalamnya bisa berjalan secara efisien. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pergudangan, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Pergudangan

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pergudangan adalah hal simpan-menyimpan barang dalam gudang. Bisa diartikan bahwa pergudangan adalah aktivitas atau kegiatan menyimpan barang di gudang sebelum didistribusikan.

Dalam proses penyimpanan barang, terdapat beberapa proses dalam penanganan barang, seperti penerimaan, pencatatan, penyimpanan, pemilihan, pelabelan, dan pengiriman barang. Penyimpanan barang di gudang bertujuan agar memudahkan melacak lokasi barang, kapan barang tiba, sudah berapa lama barang berada di gudang, dan jumlah barang yang dimiliki.

Baca juga:

Jenis-jenis Gudang

Terdapat beberapa tipe gudang yang diklasifikasikan berdasarkan karakteristik dan fungsinya, antara lain:

1. Gudang Publik (Public Warehouse)

Gudang ini biasanya dimiliki dan dijalankan oleh perusahaan logistik atau ekspedisi yang menyediakan layanan penyimpanan dan distribusi bagi pihak ketiga atau pelanggan umum. Biasanya, perusahaan logistik menyediakan jasa pergudangan dengan biaya sewa yang disesuaikan dengan luas lahan gudang logistic yang ingin disewa.

2. Gudang Pribadi (Private Warehouse)

Gudang ini dimiliki oleh suatu perusahaan tertentu dan digunakan secara eksklusif untuk menyimpan barang atau stok internal mereka. Umumnya, operasional gudang ini disesuaikan dengan standar dan kebutuhan perusahaan pemiliknya.

3. Gudang Terpusat (Centralized Warehouse)

Gudang jenis ini menyimpan seluruh stok perusahaan di satu lokasi pusat. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengawasan dan pengelolaan persediaan secara efisien.

4. Gudang Terdesentralisasi (Decentralized Warehouse)

Gudang ini terdiri dari beberapa fasilitas penyimpanan yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Strategi ini berguna untuk mempercepat distribusi barang ke berbagai pasar atau lokasi pelanggan.

5. Gudang Terdistribusi (Distributed Warehouse)

Gudang ini melibatkan beberapa gudang kecil yang ditempatkan di berbagai titik strategis. Masing-masing gudang berfungsi sebagai pusat distribusi untuk area lokal atau regional, yang bertujuan mempercepat dan mempermudah proses pengiriman barang.

Baca juga:

Sistem Administrasi

Pergudangan adalah

Administrasi pergudangan dilakukan dengan beberapa aktivitas, terkhusus yang berkaitan dengan data-data gudang, seperti penerimaan barang, penyimpanan barang atau bahan baku, pengeluaran, hingga pelaporan stok barang.

Maka dari itu, sistem administrasi pergudangan hadir sebagai solusi untuk menangani segala aktivitas di gudang. Sistem ini berfungsi sebagai pendukung operasional gudang agar segala aktivitas di gudang bisa berjalan secara efisien, rapi, dan dapat dipantau dengan baik. 

Dalam praktiknya, sistem administrasi gudang bisa dijalankan secara manual (menggunakan catatan buku), maupun secara otomatis (menggunakan Warehouse Management System/WMS). Biasanya, dalam tiap gudang ada staff admin gudang yang bertugas menjalankan tugas administrasi ini.

Lalu, apa saja komponen dalam sistem administrasi gudang? Nah, berikut komponen yang terdapat dalam sistem administrasi gudang.

1. Penerimaan Barang (Inbound)

Barang yang masuk ke gudang diperiksa kesesuaiannya dengan dokumen pengiriman, kemudian dicatat dan disimpan sesuai prosedur.

2. Penyimpanan (Storage)

Barang disortir dan disimpan di lokasi yang telah ditentukan berdasarkan jenis atau kategori, untuk memudahkan pengambilan dan mengoptimalkan ruang.

3. Pengeluaran Barang (Outbound)

Barang diambil dari rak (picking) sesuai permintaan, dikemas, lalu dikirim ke tujuan. Semua aktivitas dicatat agar stok tetap akurat.

4. Manajemen Stok

Mengontrol dan memantau persediaan secara berkala agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok, termasuk melakukan stock opname. Mendeteksi selisih stok jika ada kehilangan atau kerusakan.

5. Pelaporan dan Dokumentasi

Seluruh aktivitas gudang didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala untuk keperluan pemantauan barang yang masuk dan keluar, evaluasi, dan audit.

Tujuan dari sistem administrasi gudang ini adalah untuk menjaga akurasi data persediaan, meningkatkan efisiensi operasional gudang, meminimalkan kesalahan dalam penyimpanan dan pengiriman, mendukung pengambilan keputusan yang tepat berbasis data, dan memastikan barang mudah dilacak dan tersedia sesuai dengan kebutuhan.

Manajemen Gudang

Aktivitas di pergudangan bukan sekadar yang berhubungan dengan proses keluar masuknya barang saja, lho. Untuk mengelola seluruh aktivitas di gudang diperlukan manajemen gudang yang baik. Manajemen gudang adalah proses pengelolaan seluruh aktivitas di dalam gudang, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengendalian stok, hingga pengeluaran barang.

Tujuan dari manajemen gudang ini adalah untuk memastikan barang disimpan dengan aman, terorganisir, dan mudah diakses saat dibutuhkan, serta mengoptimalkan ruang, waktu, dan tenaga kerja.

Untuk memenuhi dan memberikan informasi secara akurat terhadap pergerakan barang, umumnya pergudangan menggunakan sistem yang terintegrasi. Dengan begitu, pergerakan barang di gudang secara otomatis akan lebih rapi.

Komponen dalam manajemen gudang terdiri dari beberapa elemen penting yang saling mendukung untuk menjamin kelancaran operasional pergudangan. Berikut adalah komponen-komponen tersebut:

Baca juga:

pergudangan cargo

1. Penerimaan Barang (Receiving)

Proses awal masuknya barang ke gudang, termasuk pemeriksaan jumlah, kualitas, dan kesesuaian dengan dokumen pengiriman.

2. Pengendalian Mutu (Quality Control)

Proses pengecekan kualitas barang yang masuk untuk menghindari produk yang rusak sebelum masuk gudang. Quality control ini bersifat opsional, biasanya dilakukan agar lebih maksimal dan menghindari kemungkinan masalah yang terjadi di gudang.

3. Penyimpanan Barang (Storage)

Penempatan barang ke lokasi yang tepat dan terorganisir sesuai jenis, ukuran, atau frekuensi pengambilan agar mudah diakses dan efisien.

4. Pengendalian Persediaan (Inventory Control)

Pemantauan dan pencatatan jumlah barang secara real-time untuk menjaga ketersediaan stok dan mencegah kekurangan atau kelebihan barang.

5. Pengambilan dan Pengemasan (Picking & Packing)

Proses mengambil barang sesuai permintaan pesanan, lalu dikemas dengan aman sebelum dikirimkan.

6. Pengiriman Barang (Shipping)

Proses pengeluaran barang dari gudang menuju ke pelanggan atau tujuan akhir, termasuk pembuatan dokumen pengiriman.

7. Sistem Manajemen Gudang (Warehouse Management System/WMS)

Teknologi atau perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola semua aktivitas pergudangan secara otomatis dan terintegrasi.

8. Keamanan dan Keselamatan (Security & Safety)

Tindakan untuk menjaga gudang dari pencurian, kerusakan, serta memastikan keselamatan pekerja dan barang.

9. Tenaga Kerja (Manpower)

Sumber daya manusia yang menjalankan seluruh aktivitas gudang, mulai dari operator forklift, helper gudang, hingga staf administrasi. Manpower menjadi salah satu poin paling vital dalam manajemen pergudangan. Pasalnya, mereka berfungsi untuk  mengawasi tata letak barang, first in first out, dll.

Semua komponen ini bekerja sama untuk menciptakan sistem manajemen gudang yang efisien, akurat, dan andal. Tanpa manajemen logistik yang baik, perusahaan bisa menghadapi kemungkinan masalah yang terjadi, seperti kekurangan stok, biaya operasional yang tinggi, dan keterlambatan pengiriman yang dapat berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan.

Demikian informasi mengenai pergudangan. Jadi, dalam aktivitas pergudangan sangat diperlukan sistem administrasi dan manajemen gudang yang baik agar segala aktivitas dapat berjalan dengan lancar dan efisien.

CS Gudang Kargo

Author :
Siti L. Latifah
Siti L. Latifah
SEO Content Writer
Siti L. Latifah, mengawali karir kepenulisannya pada 2019, dan telah menjadi kontributor berpengalaman di berbagai media. Sejak 2022 fokus dalam industri kargo dan logistik. Dengan latar belakang sastra dan wawasan mendalam tentang logistik, tulisannya dapat dijadikan sumber terpercaya untuk informasi terkini di dunia kargo dan logistik Indonesia. Mari terhubung!
Facebook Siti L. Latifah Linkedin Siti L. Latifah
Tag : SNG Cargo, SNG Logistic
Bagikan :
Related Posts :
Panduan Pengiriman Barang
Panduan Pengiriman Barang
Jasa Ekspedisi SNG Logistic merupakan solusi terbaik bagi Anda yang tak mau repot melakukan pengiriman barang, baik untuk keperluan pribadi atau bisnis....
Corporate & Projects Cargo
Corporate & Projects Cargo
Corporate & Project Cargo Dalam dunia bisnis yang dinamis dan penuh tantangan, efisiensi dan keandalan dalam pengelolaan logistik adalah kunci sukses...
Keuntungan menggunakan layanan SNG Logistic
Keuntungan menggunakan layanan SNG Logistic
Apa Sih Keuntungan Kirim Barang di SNG Logistic? Seiring pesatnya pertumbuhan bisnis dan ekonomi, permintaan masyarakat akan layanan pengiriman barang...
Container Yard: Pengertian, Jenis, dan Daftar Lokasi
Container Yard: Pengertian, Jenis, dan Daftar Lokasi
Container Yard merupakan salah satu fasilitas penting dalam sistem logistik dan kepelabuhanan yang berperan sebagai area penumpukan sementara peti kemas...
Our Customer
PT. Sumber Alfaria Trijaya .Tbk PT. Pupuk Kaltim PT. Pertamina Gas PT. PESONNA OPTIMA JASA PT. NOVO COMPLAST INDONESIA PT. MONG KREASI INDONESIA PT. MENTARI BOOKS INDONESIA LEN LOGISTIC KOMPAS TV PT. KAERCHER INDONESIA INDO THERAPY IKEA ALAM SUTERA PT. GROWING RICH PT. CARDIG LOGISTIC INDONESIA PT. BOILERMECH MANUFACTURING INDONESIA PT. ANTAM Tbk PT. ALTRAK 1978 PT. ALITA PRAYA MITRA KOMISI PEMILIHAN UMUM
Customer Service
Marketing :
Live Chat 24 Jam ×

Silahkan hubungi akun resmi customer service kami untuk order dan informasi lainnya.

CS
Customer Service
Nurlela
● online

MARKETING AREA
Syifa
Syifa
All Area Sumatra
● online
Mariza
Mariza
Jawa, Bali, & NTB
● online
Yanti
Yanti
NTT, Maluku & Papua
● online
Yeha
Yeha
All Area Sulawesi
● online
Melani
Melani
All Area Kalimantan
● online
Ahdanira
Ahdanira
SNG Cargo Cabang
● online
Yuli
Yuli
Corporate Project
● online