Rencana kenaikan harga ongkos pengiriman barang per Oktober 2022

IPCN Usul Pengusaha Pengiriman Barang Dapat Subsidi BBM.

Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN) menggelar konferensi pers untuk merespons kenaikan harga BBM, di Jakarta, 9 September 2022.

Menyusul kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang ditetapkan pemerintah pada 3 September 2022 lalu, Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN) berharap agar pemerintah dapat lebih memikirkan para pelaku usaha kargo/logistik terutama yang masih merintis, sehingga dapat memberikan skema subsidi BBM tertentu.

Ketua IPCN Beni Syarifudin mengatakan, jika subsidi tersebut dapat diberikan, maka pengusaha kargo dan pengiriman barang juga tidak akan menaikan harga ongkos kirim kepada pelanggan.

"Kami harapkan pemerintah dapat memberikan subsidi BBM kepada pelaku usaha kargo atau logistik, supaya kami tidak menaikan harga. Pemerintah kan bilang selama ini subsidinya salah sasaran. Kalau mensubsidi pengusaha kargo, kami pikir itu subsidi yang tepat, karena akan berdampak kepada masyarakat untuk memperlancar pengiriman barang," kata Beni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Sumber Video :Transgo News

Rencana kenaikan harga ongkos pengiriman barang sebesar minimal 20%.

Anggota IPCN sendiri akan menaikan ongkos pengiriman barang minimal 20% dan maksimal tergantung pada masing-masing perusahaan. IPCN memiliki alasan khusus mengapa hanya menaikan ongkos pengiriman barang minimal 20%, sementara harga BBM naik sekitar 31%.

Menurut Beni, IPCN tidak ingin terlalu membebani masyarakat yang selama ini telah menggunakan layanan anggota IPCN, di mana mayoritas pengguna layanan anggota IPCN adalah pedagang kecil atau pelaku UMKM hingga petani.

“Kenaikan BBM membuat kami juga harus menyesuaikan kebijakan baru kepada pelanggan, sehingga kami membuat rencana kenaikan harga ongkos pengiriman barang sebesar minimal 20%. Angka ini merupakan angka aman untuk kargo dan pelanggan. Terlebih kami adalah kargo yang berorientasi pada harga murah untuk pelanggan,” ujar Beni.

Dewan Penasehat IPCN Afrizal menambahkan, selain subsidi BBM, subsidi bagi pelaku usaha kargo atau logistik juga bisa diberikan dalam berbagai bentuk, misalnya pembebasan pajak reklame.

"Kita tidak ribut dengan kenaikan BBM ini. Tetapi tolong juga dipikirkan yang lainnya, misalnya pembebasan pajak reklame. Buat kita reklame ini sangat berarti untuk menaikan jumlah pelanggan. Kalau pajaknya terlalu besar dan disamakan dengan perusahaan yang besar-besar, ini berat bagi kami,” kata Afrizal.

Jadi apabila usul kebijakan subsidi BBM kepada pengusaha kargo tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, maka dari itu ada kemungkinan rencana kenaikan ongkos kirim akan diterapkan pada awal Oktober 2022 khususnya oleh SNG Logistic. Nantinya secara otomatis tarif pada sistem website kami akan mengalami perubahan.

Sumber: BeritaSatu.com

Tag : IPCN, SNG Logistic
Our Customer

Marketing :

Syifa : Jawa, Sumatera, Batam & Bangka Belitung
Yeha : Bali, NTB, NTT, Maluku & Papua
Fela : Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat
Levi : Sulut, Sulteng & Sultra
Azaria : All Area Kalimantan
Yuli : Account Project